Minggu, 30 Juli 2017

Paku di Pagar

Paku di Pagar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Anton adalah seorang anak yang memiliki tabiat yang kurang baik. Gampang sekali marah, memaki, ataupun mengomel, kepada siapa saja.

Suatu hari ayahnya memberikan sekantung paku seraya berpesan, setiap kali Anton marah, memaki atau mengomel, ia harus menancapkan sebuah paku pada kayu pagar belakang rumah.

Di hari pertama saja, Anton menancapkan 27 paku.

Hari demi hari berikutnya ia mampu mengurangi jumlah paku yang mesti ditancapkan.

Lama-lama ia menjadi sadar, bahwa ternyata lebih mudah mengendalikan emosinya daripada harus menancapkan paku di pagar belakang rumah.

Ia melaporkan hal itu pada sang ayah.

Setelah itu ayahnya menyarankan, mulai sekarang Anton diharuskan mencopot kembali satu paku setiap kali ia berhasil mengendalikan emosinya.

Pada akhirnya Anton berhasil mencopot semua paku yang tertancap pada kayu pagar tersebut.

Sang ayah kemudian menggandeng Anton melihat pagar kayu.

"Kau telah melakukan sesuatu yang baik anakku. Namun, lihatlah kayu besar ini sekarang berlubang-lubang, tidak mulus lagi. Inilah cermin hidup.

Setiap kemarahan, kegusaran, akan menimbulkan bekas luka di hati orang. Persis seperti bekas-bekas lubang paku pada kayu ini.

Betapapun kita berkali-kali minta maaf, luka itu masih ada."


"Setiap kemarahan akan membuatmu menjadi lebih kecil, sementara memaafkan akan mendorongmu untuk berkembang jauh mel
... baca selengkapnya di Paku di Pagar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 18 Juli 2017

Titik Kulminasi

Titik Kulminasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Arti kata, Kulminasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) puncak tertinggi; tingkatan tertinggi; dan (2) titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00). Pada saat titik kulminasi ini maka posisi matahari akan tepat berada di atas benda sehingga menghilangkan semua bayangan benda tersebut.

Bayang adalah wujud hitam yang tampak dibalik benda yang terkena sinar cahaya. Cahaya yang menerangi itu ibarat harapan, tujuan, cita-cita, atau mimpi untuk mencapai apa yang diinginkan. Tanpa cahaya sebuah benda tidak akan menghasilkan bayang. Harapan, tujuan, cita-cita, atau mimpi yang ingin diraih seseorang bergantung pada kesungguhan niat dan usaha. Ketika mimpi itu masih berupa “cahaya” atau baru diniatkan saja di kepala, maka ia akan merefleksikan bayang-bayang keberhasilan atau kegagalan. Bayang kegagalan akan “tertutup” keberhasilan jika niat yang kuat tersebut didukung oleh usaha dan kerja yang sungguh. Karena bayang-bayang kegagalan itu juga “sebenarnya” tidak akan pernah hilang. Tetapi kita sendiri yang “menutupi” dengan kerja keras.

Setiap langkah manusia di bawah cahaya matahari, atau diremangi sinar purnama,
... baca selengkapnya di Titik Kulminasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 17 Juli 2017

Orgasmic Writing

Orgasmic Writing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menulis bagi saya adalah sebuah pengalaman yang luar biasa dan sulit didefinisikan dengan kata-kata. Proses menulis, dalam banyak kasus, membawa saya ke dalam percumbuan dengan kekekalan. Artinya, menulis membuat saya melayang dan terbang dari kefanaan, lalu bercengkerama dengan alam ide, dunia maya, alam batin yang non-fisik, dimana ruang dan waktu tak berfungsi sebagaimana di alam nyata (fisik).

Saat asyik menulis, saya bisa tak mendengar suara-suara yang berkeliaran di sekitar. Saya seolah-olah pindah ke alam lain, ke tempat lain, dimana ide-ide saling berkelindan. Sebutir ide mengejar dan mencumbui ide lainnya. Kemudian lahirlah anak-anak ide, yang tak ada sebelumnya.

Waktu juga terasa berhenti. Saya pernah menulis sebuah tulisan sejak pukul 7 malam hingga pukul 7 pagi. Nonstop. Tanpa berdiri sejenak pun. Tanpa makan dan minum. Selama 12 jam itu saya seolah-olah lepas dari ikatan waktu. Saya tersadar karena pintu kamar saya diketuk, lalu melihat jam tangan dan langsung terperanjat sendiri.

Bila sebuah konsep tuntas saya tuliskan, maka ada kelegaan yang besar. Ada kepuasan khusus yang agaknya hanya bisa disetarakan dengan fenomena orgasme yang bersifat mental dan spiritual. Bersifat mental karena tulisan terkait dengan intelektualitas saya, cogito ergo sum. Dan bersifat spiritual karena tulisan bermain di wilayah makna, mengejawantahkan keberadaan saya sebagai homo significa
... baca selengkapnya di Orgasmic Writing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 04 Juli 2017

Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri

Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

SATU

Penunggang kuda berpakaian putih memacu tunggangannya secepat setan berkelebat. Menembus kegelapan malam dalam cuaca buruk di penghujung bulan ke sebelas. Terpaan angin kencang dari depan membuat rambutnya yang gondrong melambai deras ke belakang. Di puncak sebuah bukit kecil kuda coklat mandi keringat itu berhenti berlari lalu meringkik keras tak mau maju lagi walau selangkahpun!
"Mmmmmm...." Penunggangnya bergumam lalu mengusap leher bintang itu berulang-ulang. "Perasaan binatang ini tajam sekali...." Katanya dalam hati. Dia terus mengusap leher kuda lalu berkata. "Tenang kudaku.... Tenang.... Tak ada yang perlu ditakutkan. Kau dan aku membawa tugas agung! Menyelamatkan nyawa seorang pangeran. Gusti Allah pasti menolong kita!"

Orang di atas kuda memandang ke bawah bukit. Di sebuah pedataran di bawah sana, samar-samar dalam kegelapan malam kelihatan sebuah bangunan yang atapnya bertingkat dua. Nyala lampu minyak di langkan depan dari kejauhan terlihat seperti titik merah.

Angin bertiup kencang di puncak bukit. Hujan rintik-rintik mulai turun.

"Kita harus melanjutkan p
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #77 : Kepala Iblis Nyi Gandasuri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 01 Juni 2017

MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP

MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

16 Mei 2007 – 13:36 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 0 / 0 votes)

Para pembaca, kali ini saya tidak menulis soal keuangan dulu, melainkan sedikit soal Sekolah Penulis Pembelajar (SPP) yang sebagian sudah ditulis oleh Pak Andrias Harefa. Saya memang dilibatkan dalam proyek itu bersama dengan beberapa nama yang sudah biasa muncul di Pembelajar.com seperti Pak Andrias Harefa, Bung Edy Zaqeus, Bung RAB Adi Broto atau mitra Pembelajar.com seperti Bung Ang Tek Khun, Bung Hendry Bun dan teman-teman lain dalam jaringan kami, seperti Bung Hasudungan Sirait, Bung Salomo Simanungkalit, Bung Agoeng Widyatmoko, dan Bung Dodi Mawardi.

Kebetulan sekali dalam tim ini saya diminta untuk merumuskan program-program yang akan dijalankan oleh SPP. Untuk tahap awal SPP akan menyelenggarakan pelatihan untuk umum pada 13-14 Juni dan 15-16 Juni di Ruang Jahe, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat.

Program pertama ini didesain lebih-lebih untuk mereka yang sama sekali belum pernah menulis, atau mereka yang berpikir bahwa menulis adalah tugas yang mahaberat. Bung Andrias Harefa dalam pelatihan ini akan membongkar hambatan terbesar dalam dunia kepenulisan. Tema
... baca selengkapnya di MENGINTIP PROGRAM AWAL SPP Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 24 Desember 2016

Cerita tentang Aksi Demo 212



HARI Jumat , 2 Desember 2016 adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya umat Islam.Hari itu, juta-an rakyat dari seluruh penjuru  Indonesia (ada yang mengatakan lebih 4 juta, ada yang menghitung sampai 7 juta) berkumpul di Lapangan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya.
Tujuan acara yang dikenal dengan nama “Aksi Super Damai 212” itu cuma satu, yaitu menuntut pemerintah menegakkan konstitusi bahwa tersangka pelaku penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipenjara dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.Tidak ada niatan membuat rusuh, apalagi makar. Tuduhan rusuh dan makar sangat amat berlebihan. Atau terlalu lebay. Tuduhan itu saya yakin dari pendukung Ahok, si penista agama.
Jangankan makar, injak rumput saja tidak. Kapolri dalam sambutannya merasa senang. Kata dia tidak ada rumput dan pohon yang tumbang. Akhlak yang tinggi memang benar-benar ditunjukkan kaum Muslimin.Umat Islam selama ini selalu saja didzalimi,dibully, dirazia, dinista dll. Tetapi bangsa Indonesia harus bersyukur memiliki umat yang beretika tinggi.
Logikanya, umat sudah pantas marah atas ketidak-adilan ini. Mereka bisa saja mengerahkan seluruh kekuatan dari seluruh pelosok tanah air. Tetapi Muslim Nusantara meyakini, masih ada cara damai untukuk menyelesaikan ini semua. Salah satu caranya diawali dengan acara seperti Aksi 212 ini.Hal ini harus dimengerti Bapak Presiden RI. Beliau patut bersyukur Indonesia memiliki Habib Rizieq Shihab, KH Bachtiar Nasir, dll. Coba saja, andai bukan kelihaian dua ulama ini, Indonesia akan chaos.Karena itu, acara aksi 212 dikemas dengan dzikir utk keselamatan bangsa.
Mereka dzikir bersama mulai pagi dan diakhiri shalat jum’at di lapangan monas.Saya yakin ini hari bersejarah. Belum ada ormas dan parpol yang berhasil mengumpulkan massa sebanyak itu, dengan setertib itu dan sebersih itu. Shalat juma’at nya pun shalat jumaah dengan shaf terpanjang sedunia.Ini rapat akbar rakyat Indonesia yang terbesar.
Jakarta seakan terkepung dengan “pasukan putih”. Jika Anda sejak menjelang subuh keliling Jakarta maka dimana-mana kita temui orang berbaju putih bergerak ke arah monas.Ya, Jakarta dikepung massa putih selama pagi hingga sore.Mereka sangat sopan sekali. Warga Jakarta tidak ada yang panik, meskipun Polisi menetapkan Siaga 1. Ketetapan ini saya kira berlebihan.Raut wajah warga Jakarta tidak ada yang panik atas acara ini. Bila ada pejabat yang panik, patut diduga dia dapat ” bisikan” yang salah.
Muslimin Indonesia tidak perlu ditakuti. Masuklah ke dalam jamaah umat Islam, niscaya akan tercium aroma kedamaian dan persaudaraan.Memang muslimin Indonesia sebetulnya patut marah dengan kemarahan besar. Betapa tidak, rombongan dari berbagai daerah hanya sajadah dan pakaian ibadah dihadang untukuk pergi ke Jakarta. Puluhan bus gagal ikut aksi damai 212. Apa yang ditakutkan? Mereka orang biasa. Tidak bersenjata. Orang shalih, bukan orang jahat. Bukan teroris. Saya kira ini karena ada yang gagal paham di sana disebabkan salah informasi.
Meski dihalang-halangi untukuk pergi ke Jakarta, mereka tidak ambil pusing. Pokoknya harus ke monas demi cintanya pada al-Qur’an. Ini panggilan hati nurani. Murni. Aksi-damai-212 Jutaan orang berbaris rapi, tidak merusak tanaman, saling berbagi dan menolong yang lainnya. Inilah hakekat Islam. Mereka menampakkan akhlak yang mulia. Di jalan-jalan protokol Jakarta mereka berjalan kaki sambil berdzikir  dan mengucapkan Allahu Akbar.
Setelah shalat Subuh saya dan rombongan langsung ke Menteng untuk bergabung dengan warga di sana yang juga akan ikut aksi 212, sekaligus memarkir mobil.Jam 05.00, kami saksikan sudah banyak jamaah yang bergerak jalan kaki ke arah Monas. Sekelompok anak muda berjalan dari Cikini meneriakkan Allahu Akbar berkali-kali. Tampak mereka anak-anak usia 20-an. Ketika bertemu dengan orang lain atau jamaah lain mereka menunjukkan sikap hormat. Bersalaman, dan lempar senyum. Bendera merah putih dikibar-kibarkan.
Jam 07.00 kami bersama warga kampung Menteng Jl Anyer berkumpul di depan gedung Proklamasi, bangunan yang dulu digunakkan Bung Karno membacakan teks Proklamasi 17/18/’45.Begitu bergerak di Jalan protokol, Jl. Pengeran Diponegoro, Stasiun Gondangdia sampai Cikini barisan kami bertambah panjang.Pertama, kami berjumpa dengan puluhan warga dari Pasar Rumput. Begitu rombongan Menteng dan Pasar Rumput berjumpa langsung masing - masing meneriakkan takbir, Allahu Akbar sambil mengepalkan tangan.

Sepertinya Takbir menjadi salam saat kita bertemu jamaah lain. Di belakang rombongan warga Pasar Rumput ternyata ada jamaah lain yang gabung. Saya tidak tahu bersal dari mana, yang jelas mereka keluar dari sebuah gang. Sepupu saya yang asli warga Menteng mengatakan: “Coba lihat ke belakang dari depan situ”.Saya lihat ternyata barisan kami yang awalnya berjumlah 30-an tiba-tiba memanjang hampir setengah kilo. Dan kami berjalan di depan sendiri.
Mereka ini umat Islam yang sedang dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala. Beberapa peserta saya ketahui adalah karyawan perusahaan swasta. Rela ambil libur/cuti, demi membela al-Quran yang dinista Gubernurnya. Saya tahu mereka tidak semua ahli ilmu atau aktif di kajian ilmu. Mereka orang Jakarta biasa yang sehari-hari kerja di kantor. Kenapa mereka tiba-tiba punya ghirah agama yang tinggi? Saya kira mereka ini sedang mendapatkan panggilan Allah. Langsung hatinya dipanggil.
“Saya bukan ahli agama, pengajian kadang-kadang ikut, tetapi kalau Gubernur Ahok menghina agama, maka saya tidak terima. Terima kasih mas datang dari jauh membantu kami,” komentar salah seorang di antara mereka.Allahu Akbar!  Dalam hati saya berkata, “Orang ini lebih mulia dari professor yang menghina Aksi 212. Lebih bertakwa dari pada salah satu ketua ormas yang pernah mengolok-olok ulama yang menuntut Ahok dipenjara. Dia lebih hebat dari Profesor Anu yang menyebut aksi 212 sebagai persatuan tidak berkualitas dan ‘persatuan buih’.
Kualitas itu datangnya dari hati, dari iman. Bukan sekedar banyakya informasi. Saya juga yakin, orang yang hadir di Monas dipilih oleh Allah untuk menjadi bagian mujahid al Quran. Ternyata, gelar ulama, ketua ormas, dan dai belum tentu menarik perhatian Allah. Aksi Damai 212 ini bak Surga. Agak berlebihan memang. Tetapi saya ingin menggambarkan bahwa ketika kita butuh sesuatu, di situ langsung ada orang yang menolong. Banyak peserta yang belum sarapan, eh di situ ada mobil pick up membagi nasi kotak.
Kita ingin minum kopi, susu, teh, air putih,  ada mobil yang sediakan. Butuh pijat karena kelelahan berjalan kaki? Sudah siap puluhan  pasukan pijat yang bisa urut otot, pijat kaki dan punggung. Butuh ngecharge bateri HP? di sana ada pasukan “colokan” yang bisa bantu. Permen, roti, kurma, camilan, air mineral semua dengan sangat mudah didapat.
Apakah Anda mengira mereka ini adalah panita acara? Bukan. Kita juga tidak tahu siapa mereka, yang jelas, mereka tiba-tiba datang, saling berbagi, saling menolong dan beramal dengan caranya. Kami satu rombongan sangat lelah, tetapi merasa bahagia karena melihat persaudaraan yang begitu tinggi. Semua yang hadir di situ dianggap saudara dekat. Saya menilai mereka adalah orang-orang pilihan. Sebab mereka berjalanan sangat tertib.
Bagaimana mungkin empat juta massa masuk melalui pintu Monas yang tidak luas itu dengan tertib. Tidak ada dorong-dorongan, dan teriak-teriak. Bahasa mereka berakhlak. “Pak tolong sampahnya jangan dibuang di jalan ya,” kata seorang anak muda mengingatkan seorang bapak. Mereka saling mengingatkan kebaikan. Bila tanpa kualitas, tidak akan begini suasanya. Haru rasanya. Saat hujan turun menjelang shalat Jumat, mereka tidak beranjak sama sekali. Bahkan semakin deras semakin besar suara takbir dan dzikir.
Saat hujan makin deras ada barisan dari AFKN, berdoa mengangkat tangan tinggi. Sambil di antaranya sesenggukan. Ini momen yang mustajab. Seorang di belakang saya juga berdoa sambil menangis. Siapa saja yang hadir di situ pasti merasa haru. Ini nikmat Allah yang luar biasa. Baru kali ini shalat Jumat terbesar di dunia sambil diguyur hujan.
Bagaimana pasca Aksi 212? Memang umat Islam masih banyak kelemahan di sana-sini. Yang harus dilakukan adalah menjaga dan meningkatkan lagi kulaitas ukhuwah ini. Umat harus lahirkan generasi-generasi hebat. Bukankah generasi Sutan al-Fatih dan Shalahuddin al-Ayyubi tidak lahir secara tiba-tiba?

Studi Kasus tentang Inflasi



Studi Kasus tentang Inflasi

Dolar Kembali Menguat, Rupiah Keok

Jakarta- Pembalikan arah (rebound) yang dialami Amerika Serikat terhadap mata uang utama didunia mengganjal laju rupiah. Dalam transaksi pasar uang, rupiah takluk 54 point (0,44 persen) kelevel 12.222 perdolar Amerika Serikat. Rupiah melemah bersama dengan mata uang Asia lainnya.
Analis PT Platon Niaga berjangka, Lukman Leong, mengatakan dolar kembali dominan di pasar mata uang setelah mengalami koreksi sejak akhir pecan lalu. Momentum pelemahan dua hari tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para pemain valuta asing untuk memborong dolar dengan harga barang. “Imbasnya, rupiah dan maa uang pasar berkembang kembali tertekan,” kata dia.
Investor  yakin bahwa dolar tidak akan pernah kehilangan daya tariknya sebagai asset paling aman ditengah perlambatan ekonomi global. Melihat belum adanya tanda pemulihan ekonomi Eropa dan Cina, kebutuhan dolar diperkirakan terus naik. Mereka memanfaatkan setiap koreksi untuk mengakumulasi dalam jangka waktu yang lama.
Dari sisi internal, pelaku pasar mulai mengambil sikap. Mereka melihat dan menunggu jelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia. Pelaku pasar akan melihat bagaimana respons bank sentral menghadapi ancaman inflasi yang akan muncul setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “kenaikkan harga BBM memunculkan ekspektasi kenaikkan suku bunga acuan (BI Rate),” ujar Lukman.
Menurut dia, ada kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga acuan mengingat kenaikkan harga BBM amat mungkin akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun hal itu masih bergantung pada bagaimana persiapan pemerintah dalam meredam inflasi yang akan disumbangkan setelah kenaikkan harga BBM.
Hari  ini (Rabu, 12 November 2014)  Lukman memperkirakan rupiah bergerak kisaran 12.200 pe dolar AS dengan risiko melemah ke level 12.300 per dolar. Tembusnya level resistan 12.200 sudah menegaskan bahwa posisi rupiah mulai rawan. “ Bank Indonesia perlu turun kepasar apabila pergerakkan rupiah sudah tidak wajar.”


A.   Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kecenderungan kenaikan harga barang atau jasa secara terus menerus dan kenaikan tersebut meluas ke seluruh sektor perekonomian yang lain karena ketidakseimbangan arus uang dan barang yang tersedia berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi itu adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Biasanya angka inflasi ditunjukkan dengan persentase.
B.     Ciri-ciri Inflasi
1)      harga barang dan jasa naik secara terus menerus
2)      jumlah yang beredar melebihi kebutuhan
3)      jumlah barang relatif sedikit
4)      nilai uang (daya beli uang) turun

C.    Macam-macam Inflasi dan Penyebabnya
1)      Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu:
a)      inflasi ringan      : kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
b)      inflasi sedang     : inflasi sedang antara 10%—30% setahun
c)      inflasi berat        : berat antara 30%—100% setahun
d)     inflasi hiperinflasi           : hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

2)      Menurut penyebabnya :
                    a)      Demand Pull Inflation
              Inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah permintaan akan barang dan jasa. Perhatikan contoh kasus berikut :

Contoh kasus:
Mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong ke pasar atau mall untuk membeli baju lebaran. Ketika sebelum lebaran harga baju tersebut Rp 50.000,00. Karena pedangang mengambil kesempatan itu untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, maka pedagang menaikkan menjadi Rp 75.000,00 dan menambah pasokan barang yang dijual. Mau tidak mau sang pembeli menyetujuinya meskipun harganya lebih tinggi Rp 25.000,00. Kejadian seperti ini dikatakan sebagai Demand Pull Inflation.

                  b)     Cost Push Inflation
              Yaitu inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi. Perhatikan contoh kasus berikut :

Contoh kasus:
Di Magetan ada banyak perajin dari bahan baku kulit. Ketika harga kulit naik, maka ongkos produksi sepatu, tas dll juga akan mengalami kenaikan. Keadaan ini disebut dengan inflasi. Agar perajin tidak merugi, mereka akan menaikkan harga jual produknya. Perajin juga akan mengurangi jumlah produk yang dihasilkan, karena takut dengan harga tinggi konsumen enggan membeli. Jika ini dibiarkan terus terjadi, maka perajin untuk mengurangi beban produksi, maka mereka akan berpikir untuk mengurangi jumlah karyawannya dan seterusnya.

Kejadian seperti ini disebut dengan Cost Push Inflation.  
Cost Push Inflation terjadi karena 2 hal:
1.      Kenaikan harga (baik faktor produksi maupun harga barang lain) disebut Price Push Inflation
2.      Permintaan kenaikan upah atau gaji karyawan (Wage Push Inflation)

c)      Inflasi karena bencana alam
menyebabkan rusaknya barang barang produksi sehinga menyebabkan harga naik.
d)     Inflasi karena defisit anggaran belanja
            untuk mengurangi beban subsidi maka pemerintah membuat kebijakan menaikkan harga. Contoh : BBM


e)      Inflasi campuran
inflasi yang terjadi disebabkan oleh kombinasi (campuran) antara unsur inflasi tarikan permintaan dan inflasi inflasi dorongan biaya produksi
f)       Inflasi impor (imported inflation)
                  inflasi yang terjadi karena pengaruh inflasi dari luar negeri karena adanya perdagangan antarnegara
. 
3)      Menurut asal inflasi:
a)      domestic inflation : inflasi yang berasal dari dalam negeri tanpa adanya pengaruh dari  negara lain
b)      imported inflation : inflasi yang berasa dari luar negeri
c)      inflasi yang berasal dari defisit anggaran belanja negara


D.     Cara Mengatasi Inflasi 
Ada 3 cara untuk mengatasi inflasi suatu negara atau daerah, diantaranya:
a)      kebijakan moneter atau sering disebut kebijakan uang ketat (fight money policy)
pengendalian inflasi dengan cara mengendalikan (mengurangi) jumlah uang yang beredar di masyarakat. Ada 4 cara yaitu:
1.      Politik Diskonto (Discount Policy), yaitu politik bank sentral untuk mempengaruhi jumlah peredaran uang dengan cara menaikkan dan menurunkan tingkat suku bunga bank.
2.      Politik Pasar Terbuka (Open Market Operation), yaitu dengan jalan menjual surat-surat berharga (berupa Sertifikat Bank Indonesia).
3.      Politik kredit selektif, yaitu dengan cara memperketat atau mempersulit pemberian kredit pada masyarakat
4.      Politik sanering, yaitu dengan cara penyehatan kembali nilai uang

b)      kebijakan fiskal, yaitu kebijakan pemerintah untuk mengatur anggarannya. Ada 3 cara, yaitu:
1)      menaikkan tarif pajak
2)      menekan pengeluaran pemerintah
3)      meminjam dana dari masyarakat

c)    Kebijakan sektor riil, yaitu melakukan program-program nyata untuk mengendalikan harga dan produksi secara langsung, ada 5 cara, yaitu:
1)          menurunkan subsidi pemerintah
2)          menaikkan atau meningkatkan hasil produksi
3)            mengusahakan peredaran barang dalam negeri menjadi lebih banyak, bisa dari meningkatkan kapasitas produksi atau melakukan impor dari luar negeri
4)            adanya kebijakan upah
5)            menetapkan harga maksimal (price roof) untuk barang-barang tertentu